Panjang Mulud, Tradisi Masyrakat Memperingati Kelahiran Nabi

Panjang Mulud

Memasuki bulan maulid, datanglah ke desa-desa di Banten, kamu akan menemukan sebuah tradisi atau budaya masyrakat setempat budaya yang syarat nilai syiar islam, silaturahim kebersamaan dalam sebuah keguyuban bersama yaitu Panjang Mulud, kegiatan masyarakat dalam meperingati hari lahir Nabi sekaligus Rasul terakhir Muhammad SAW.

Tradisi yang mirip dengan tradisi Grebek maulid di Kraton Yogyakarta maupun Solo, bedanya di Banten yang membuat panjang mulud atau berkat adalah warga masyrakat setempat semua warga dan juga di banten tradisi ini berlangsung full selama sebulan penuh dengan cara bergantian di tiap desa masing masing sesuai tanggal yang ditetapkan.

 

IMG_20161212_090128
panjang mulud di desa mesjid priyayi

Persiapan acara Panjang Maulid

Kegiatan tersebuat adalah membuat hiasan telur lengkap dengan hiasan panjang ( tempat / wadah) makanan (berkat) yang akan dibagikan pada tamu tamu yang datang, kegiatan membuat panjang tersebut biasanya dilakukan sehari sebelum acara, mereka para laki laki berlomba lomba membuat hiasan panjang meskipun sekarang telah banyak panjang mulud yang dijual dan telah jadi dipasaran, para wanita atau ibu ibu memasak makanan di rumah masing masing untuk dikumpulkan di masjid tempat acara maulid berlangsung untuk kemudian di bagikan kepada tamu tamu yang hadir.

IMG_20161212_101505 IMG_20161212_102154

Isi dari panajng mulud atau panjang maulid tersebut bermacam-macam diantaranya telur yang telah dihias, nasi dan lauk pauk, ada juga yang mengisi panjang mulud dengan sembako, beras, mie instan, minyak sayur dsb, ada juga yang mengisi panjang maulid dengan kain sarung, kopiah, peci, sajadah dan sebagainya semua barang barang tersebut dibagikan kepada para tamu yang datang.

Acara Maulud

Pada hari H acara, panjang maulid tersebut dikumpulkan di masjid tempat acara dimulai,

para tamu tamu undangan ataupun yang tak diundang datang memenuhi masjid, setelah semua berkumpul, sesepuh atau para kyai melakukan hadarat nabi, disusul dengan membaca Maulid Barjanzi, sholawat nabi kemudian mambaca marhaban dan ditutup dengan doa.

tibalah saatnya panjang maulud tersebut dibagikan kepada tamu tamu yang hadir, satu persatu mereka mendapatkan bagian dari mulai anak kecil, remaja, sampai para sesepuh mendapatkan bagaian dari panjang tersebut.

IMG_20161212_103120